•Friday, February 17, 2012


 Assalamualaikum
 apa khabar pembaca sekalian ?
 " sihat , alhamdulillah " ?

no no , apa kata anda jawab begini apabila ditanya mengenai khabar anda
" Hebat , alhamdulillah ! " atau jawab ini " luar biasa hebat , alhamdulillah ! "

come on , semangat ! mulakan hari anda dengan semangat yang positif .Jika anda membaca entry ini pada waktu petang or malam , tidak mengapa . Kembalikan semangat anda segera . Update niat anda selalu :)

Baiklah , hari ini saya ingin berkongsi sesuatu dengan anda . Kalau dulu perkataan JUTAWAN , bagi saya amatlah jauh dengan diri saya . Nak sebut , SAYA AKAN JADI JUTAWAN pun berat mulut . Namun , alhamdulillah , apabila Allah beri pintu peluang , kita mesti grab ! So , saya ambil tindakan yang mampu merubah diri dan hidup saya .Dan perubahan itu telah bermula dari masa ke semasa .

Oh ,anda sudah merasai kehangatannya ? HEBAT !

Jika anda ingin berjaya bersama - sama , ayuh kita bergandingan untuk menuju puncak kejayaan .

akhir sekali saya tanya , anda fikir dan jawab sendiri .
1) adakah anda sekadar mahu mencari makan atau untuk extra income ?
2) adakah anda inginkan pendapatan besar atau berterusan ?
3) adakah anda ingin tolong orang lain atau tolong orang untuk tolong orang lain ?
4) adakah anda mahu duit atau kebebasan kewangan ?




taklah nama serious kalau saya buat / ajak anda dengan main - main

EXTRA

sanggup
serious
sedia berkorban 
semangat 
sabar 
syukur


hubungi saya terus :

FB : Aqila Izzaty
emel : aqila_92@hotmail.com
h/p : 0145118873
•Thursday, February 09, 2012
Haddab bin Khalid menceritakan kepada kami daripada Hammad bin Salamah daripada Tsabit bin Abdul Rahman bin Abu Laila daripada Suhaib bahawa Rasulullah s.a.w. bersabda: “Ada seorang raja pada zaman sebelum kalian. Ia memiliki seorang tukang sihir. Ketika tukang sihir itu telah tua, ia berkata kepada sang raja, ‘Sesungguhnya usiaku telah tua dan ajalku telah dekat. Kerana itu, utuslah kepadaku seorang anak muda agar aku ajari sihir’.
Maka diutuslah seorang pemuda yang kemudian ia ajari sihir. Dan jalan antara raja dengan tukang sihir itu terdapat seorang rahib. Pemuda itu mendatangi sang rahib dan mendengarkan pembicaraannya. Sang pemuda begitu kagum kepada rahib dan pembicaraannya.
Begitu ia sampai kepada tukang sihir karena terlambat serta merta ia dipukulnya seraya ditanya, ‘Apa yang menghalangimu?
Dan bila sampai di rumahnya, keluarganya memukulnya seraya bertanya, ‘Apa yang menghalangimu (sehingga terlambat pulang)?’
Lalu, ia pun mengadukan halnya kepada sang rahib. Rahib berkata, ‘Jika tukang sihir ingin memukulmu katakanlah, aku terlambat karena keluargaku. Dan jika keluargamu hendak memukulmu maka katakanlah, aku terlambat karena (belajar dengan) tukang sihir’.
Suatu kali, ia menyaksikan binatang besar dan menakutkan yang menghalangi jalan manusia, sehingga mereka tidak bisa menyeberang. Maka sang pemuda berkata, ‘Saat ini aku akan mengetahui, apakah perintah ahli sihir lebih dicintai Allah ataukah perintah rahib'. Setelah itu ia mengambil batu seraya berkata, ‘Ya Allah, jika perintah rahib lebih engkau cintai dan ridhai daripada perintah tukang sihir maka bunuhlah binatang ini, sehingga manusia bisa menyeberang’. Lalu ia melemparnya, dan binatang itu pun terbunuh kemudian ia pergi. Maka ia beritahukan halnya kepada rahib. Lalu sang rahib berkata, ‘Wahai anakku, kini engkau telah menjadi lebih utama dari diriku. Kelak, engkau akan diuji. Jika engkau diuji maka jangan tunjukkan diriku.'
Selanjutnya, pemuda itu bisa menyembuhkan orang buta, sopak dan segala jenis penyakit. Allah menyembuhkan mereka melalui kedua tangannya. Alkisah, ada pejabat raja yang tiba-tiba buta. Ia mendengar tentang pemuda itu. Maka ia membawa hadiah yang banyak kepadanya seraya berkata, ‘Sembuhkanlah aku, dan engkau boleh memiliki semua ini!' Pemuda itu menjawab, ‘Aku tidak bisa menyembuhkan seseorang. Yang bisa menyembuhkan adalah Allah Azza wa Jalla. Jika Anda beriman kepada Allah dan berdo’a kepadaNya, niscaya Ia akan menyembuhkanmu. Ia lalu beriman dan berdo’a kepada Allah dan sembuh.'
Kemudian ia datang kepada raja dan duduk di sisinya seperti sedia kala. Sang raja bertanya, ‘Wahai fulan, siapa yang menyembuhkan penglihatanmu?’ Ia menjawab, ‘Tuhanku’. Raja berkata, ‘Saya?’Tidak, tetapi Tuhanku dan Tuhanmu adalah Allah’, tegasnya. Raja bertanya, ‘Apakah kamu memiliki Tuhan selain diriku?’ Ia menjawab, ‘Ya, Tuhanku dan Tuhanmu adalah Allah’. Demikianlah, sehingga ia terus-menerus disiksa sampai ia menunjukkan kepada sang pemuda. Pemuda itu pun didatangkan. Sang raja berkata, ‘Wahai anakku, sihirmu telah sampai pada tingkat kamu bisa menyembuhkan orang buta, sopak dan berbagai penyakit lainnya’. Sang pemuda menangkis, ‘Aku tidak mampu menyembuhkan seorang pun. Yang menyembuhkan hanyalah Allah Azza wa Jalla.' Raja berkata, ‘Aku?’ ‘Tidak!’, kata pemuda. ‘Apakah kamu punya Tuhan selain diriku?’ Ia menjawab, ‘Tuhanku dan Tuhanmu adalah Allah’.
Lalu ia pun terus disiksa sehingga ia menunjukkan kepada rahib. Maka rahib itu pun didatangkan. Sang raja berkata, ‘Kembalilah kepada agamamu semula!’ Ia menolak. Lalu di tengah-tengah kepalanya diletakkan gergaji dan ia dibelah menjadi dua. Kepada pejabat raja yang (dulunya) buta juga dikatakan, ‘Kembalilah kepada agamamu semula!’ Ia menolak. Lalu di tengah-tengah kepalanya diletakkan gergaji dan ia dibelah menjadi dua.Kepada sang pemuda juga dikatakan, ‘Kembalilah kepada agamamu semula!’ Ia menolak.
Lalu bersama beberapa orang ia dikirim ke gu-nung ini dan itu. (Sebelumnya) sang raja berpetuah, ‘Ketika kalian telah sampai pada puncak gunung maka bila ia kembali kepada agamanya (biarkanlah dia). Jika tidak, maka lemparkanlah dia!' Mereka pun berangkat. Ketika sampai di ketinggian gunung, sang pemuda berdo’a, Ya Allah, jagalah diriku dari mereka, sesuai dengan kehendakMu.' Tiba-tiba gunung itu mengguncang mereka, sehingga se-muanya tergelincir. Lalu sang pemuda datang mencari sampai bisa bertemu raja kembali. Raja bertanya, ‘Apa yang terjadi dengan kawan-kawanmu?’ Ia menjawab, ‘Allah menjagaku dari mereka’.
Kembali ia dikirim bersama beberapa orang dalam sebuah perahu kecil. Raja berkata, ‘Jika kalian berada di tengah lautan (maka biarkanlah ia) jika kembali kepada agamanya semula. Jika tidak, lemparkanlah dia ke laut yang luas dan dalam’. Sang pemuda berdo’a, ‘Ya Allah, jagalah aku dari mereka, sesuai dengan kehendak-Mu’. Akhirnya mereka semua tenggelam dan sang pemuda datang lagi kepada raja.
Sang raja bertanya, ‘Apa yang terjadi dengan kawan-kawanmu?’
Ia menjawab, ‘Allah menjagaku dari mereka’.
Lalu sang pemuda berkata, ‘Wahai raja, kamu tidak akan bisa membunuhku sehingga engkau melakukan apa yang kuperintahkan. Jika engkau melakukan apa yang aku perintahkan maka engkau akan bisa membunuhku. Jika tidak, engkau tak akan bisa membunuhku’.
Raja penasaran, ‘Perintah apa?’
Sang pemuda menjawab, ‘Kumpulkanlah orang-orang di satu padang yang luas, lalu saliblah aku di batang pohon. Setelah itu ambillah anak panah dari wadah panahku, lalu ucapkan, ‘Bismillahi rabbil ghulam (dengan nama Allah, Tuhan sang pemuda).
Maka (raja memanahnya) dan anak panah itu tepat mengenai pelipisnya. Pemuda itu meletakkan tangannya di bagian yang kena panah lalu meninggal dunia. Maka orang-orang berkata, ‘Kami beriman kepada Tuhan sang pemuda. Kami beriman kepada Tuhan sang pemuda. Lalu dikatakan kepada raja, ‘Tahukah anda, sesuatu yang selama ini anda takut-kan? Kini sesuatu itu telah tiba, semua orang telah beriman.'
Lalu ia memerintahkan membuat parit-parit di beberapa persimpangan jalan, kemudian dinyalakan api di dalamnya. Dan raja pun bertitah, ‘Siapa yang kembali kepada agama-nya semula, maka biarkanlah dia. Jika tidak, maka lemparkanlah dia ke dalamnya’. Maka orang-orang pun menolaknya sehingga mereka bergantian dilemparkan ke dalamnya. Hingga tibalah giliran seorang wanita bersama bayi yang sedang disusuinya. Sepertinya, ibu itu enggan untuk terjun ke dalam api. Tiba-tiba sang bayi berkata, ‘Bersabarlah wahai ibuku, sesungguhnya engkau berada dalam kebenaran’.”
(HR. Ahmad dalam Al-Musnad, 6/16-18, Muslim dan An-Nasa’i dari hadits Hammad bin Salamah. Dan An-Nasa’i serta Hammad bin Zaid menambahkan, yang keduanya dari Tsabit. Dan At-Tirmidzi meriwayatkan dari jalan Abdurrazak dari Ma’mar dari Tsabit dengan sanad darinya. Ibnu Ishaq memasukkannya dalam Sirah dan disebutkan bahwa nama pemuda itu adalah Abdullah bin At-Tamir).
“Binasalah dan terlaknatlah orang-orang yang membuat parit, yang berapi (dinyalakan dengan) kayu bakar, ketika mereka duduk di sekitarnya, sedang mereka menyaksikan apa yang mereka perbuat terhadap orang-orang yang beriman, dan mereka tidak menyiksa orang-orang mu’min itu melainkan kerana orang-orang mu’min itu beriman kepada Allah yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji, Yang mempunyai kerajaan langit dan bumi, dan Allah Maha menyaksikan segala sesuatu” [Al-Buruj (Bintang-bintang Besar), 85: 4-9]
•Friday, February 03, 2012
Ask me questions about ideas http://www.formspring.me/aishasoleha
•Saturday, January 07, 2012
Masya Allah . Alhamdulillah .This is the 400th entry ! Here , let us have some moment to read those wonderful quotes :)



Innovations come from people who have problems. Creativity springs from people who are dissatisfied. The biggest breakthroughs come from those people who face the most formidable challenges.

Great accomplishments are not made by those who say "I'll start on this when I have the time and the money." Greatness comes from those who find a way to express it, regardless of how limited their resources may be.

What is holding you back? Is it really your lack of resources, as you constantly tell yourself, or is that just a convenient excuse? The easiest way is rarely the only way. When was the last time you heard yourself say "no matter what"?

Stop waiting until things are perfect. The obstacles will always be there. They will never just go away. Find a way through them. Stop waiting for "if only" and start living "no matter what."

-- Ralph Marston



•Sunday, January 01, 2012
change your word, change your wold.You'll exprience new dimension of your life

waa, now suke gile kat statement ni.

Saya pernah cakap dalam bahasa * malas layan / loyar buruk / negative words * , and the respondend akan mudah bengang .

Bila saya cakap dalam bahasa * ceria / excited / positive words * , respondend akan respond dengan gembira dan aura positive itu kembali kepada saya.

Interesting.How you begin your day, will effect you whole day,or even whole life :)